-->

Notification

×

KRISIS INFRASTRUKTUR JATIBENING LAMA: Antara Apatisme Lurah dan Urgensi Pengawasan Anggota Dewan

Rabu, 09 September 2026 | September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T15:15:45Z




BEKASI – Kondisi Jalan Jatibening Lama, tepatnya di depan **Sekolah Tunas Cemerlang**, kini menjadi sorotan tajam. Sebuah lubang galian gorong-gorong sedalam 2 hingga 3 meter dibiarkan menganga akibat kualitas material penutup yang buruk. Hal ini tidak hanya mengancam keselamatan pengendara, tetapi juga membahayakan siswa dan orang tua murid di area pendidikan tersebut.


Berikut adalah poin-poin utama dari keresahan warga dan desakan terhadap otoritas terkait:


1 "Jebakan Maut" dan Minimnya Respons Lurah**

Warga mengecam sikap **Lurah Jatibening Lama, Jamaludin**, yang dinilai tutup mata terhadap kerusakan infrastruktur ini. Minimnya penerangan jalan di malam hari membuat lokasi tersebut menjadi "jebakan maut". Warga merasa pemerintah setempat baru akan bergerak jika sudah ada korban jiwa, sebuah sikap apatis yang dinilai sangat mencederai pelayanan publik.


2. Menagih Fungsi Pengawasan Faisal, S.E. (DPRD Kota Bekasi)

Secara konstitusional, Jatibening Lama masuk dalam wilayah **Dapil Kota Bekasi V (Kecamatan Pondokgede & Bekasi Barat)**. Wilayah ini merupakan basis aspirasi dan tanggung jawab **Faisal, S.E.**, anggota DPRD Kota Bekasi dari **Partai Golkar** yang kembali terpilih untuk periode 2024–2029.

Faisal, S.E.,Dewan DPRD kota Bekasi


Warga menekankan bahwa Faisal, S.E., sebagai wakil rakyat, seharusnya memiliki peran krusial dalam:

*   **Melakukan Sidak/Monitoring:** Memastikan proyek infrastruktur di wilayahnya menggunakan material standar, bukan bahan berkualitas rendah yang cepat hancur.

*   **Menekan Eksekutif:** Mendorong Lurah dan Dinas Bina Marga untuk segera melakukan perbaikan permanen sebelum jatuh korban.

*   **Fungsi Budgeting & Oversight:** Memastikan anggaran perbaikan infrastruktur di Pondokgede terserap dengan tepat guna demi keselamatan publik.


#### **3. Tuntutan Warga: Bukan Sekadar Formalitas**

Masyarakat tidak lagi membutuhkan janji atau penanda swadaya (seperti ban bekas atau kayu). Tuntutan utama warga adalah:

1.  **Perbaikan Beton Permanen:** Menutup lubang galian dengan material standar konstruksi yang kokoh.

2.  **Penerangan Jalan Umum (PJU):** Memastikan lampu di area sekolah berfungsi normal demi visibilitas malam hari.

3.  **Kehadiran Wakil Rakyat:** Faisal, S.E. diharapkan segera turun tangan untuk menjembatani keluhan warga kepada pihak Kelurahan dan Pemerintah Kota agar masalah ini tidak berlarut-larur

Keberadaan lubang maut ini menjadi ujian bagi kredibilitas aparat kewilayahan (Lurah) dan juga ketajaman fungsi pengawasan anggota dewan (Faisal, S.E.). Warga Jatibening menanti bukti nyata bahwa suara yang mereka berikan pada Pemilu lalu dikonversi menjadi rasa aman saat mereka melintasi jalanan di lingkungan mereka sendiri.

×
Berita Terbaru Update