![]() |
| Tepat depan sekolah SD/smp/Tunas Cemerlang jatibening lama |
BEKASI–kritikbekasi.com Keselamatan warga di wilayah Kelurahan Jatibening Lama kini terancam. Kondisi Jalan Jatibening Lama, tepatnya di depan **Sekolah Tunas Cemerlang**, menjadi titik horor bagi para pengguna jalan. Lubang bekas galian proyek sedalam 2 hingga 3 meter dibiarkan menganga akibat tutup gorong-gorong yang hancur, tanpa ada upaya perbaikan yang berarti.
Ironisnya, di tengah keresahan warga yang mempertaruhkan nyawa setiap hari, respons dari pihak otoritas setempat dinilai sangat mengecewakan. Warga menyoroti sikap **Lurah Jatibening Lama, Jamaludin**, yang dinilai menutup mata dan terkesan cuek terhadap kondisi infrastruktur yang rusak parah di wilayahnya.
**Jebakan Maut di Depan Sekolah**
Kerusakan ini bukan sekadar lubang biasa, melainkan lubang gorong-gorong bekas galian proyek yang penutupnya berkualitas buruk sehingga cepat hancur. Lokasinya yang tepat berada di depan instansi pendidikan, Sekolah Tunas Cemerlang, tentu meningkatkan risiko bahaya bagi siswa, orang tua murid, serta pengendara motor yang melintas.
Tina, seorang warga yang rutin melewati jalur tersebut, meluapkan rasa kecewanya. Ia merasa pemerintah setempat baru akan bertindak jika sudah ada nyawa yang melayang.
“Kami lewat sini setiap hari dengan rasa was-was. Jalannya gelap, lampunya mati, dan ada lubang besar yang kalau tidak fokus bisa langsung masuk ke gorong-gorong. Sangat disayangkan, **Lurah Jamaludin seolah masa bodo dan tidak responsif**, padahal ini laporan menyangkut nyawa orang,” tegas Tina dengan nada kesal.
**Tuntutan Warga: Perbaikan Bukan Sekadar Formalitas**
Warga menilai bahwa bahan yang digunakan untuk menutup galian sebelumnya sangat rendah kualitasnya (murah dan jelek), sehingga dalam waktu singkat sudah hancur kembali. Minimnya penerangan jalan di malam hari menambah risiko pengendara terjembab ke dalam lubang maut tersebut.
Aspirasi warga kini menuntut tindakan nyata dari Lurah Jamaludin dan jajarannya untuk:
1. **Segera Turun ke Lapangan:** Berhenti bersikap pasif dan melihat langsung bahaya di depan Sekolah Tunas Cemerlang.
3. **Perbaikan Permanen:** Menambal atau menutup lubang dengan material beton standar yang kokoh.
4.
5. **Penerangan Lampu Jalan:** Memastikan lampu jalan berfungsi agar area galian terlihat jelas saat malam hari demi menghindari jatuhnya korban.
"Kami tidak butuh sikap diam atau masa bodo dari pejabat wilayah. Kami butuh bukti bahwa Lurah peduli pada keselamatan warganya. Jangan tunggu ada motor yang masuk lubang atau korban jiwa baru sibuk memperbaiki," tambah warga lainnya.
Hingga saat ini, lubang-lubang maut tersebut masih menganga dan hanya ditandai oleh warga secara swadaya sebagai bentuk peringatan. Warga berharap Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marga segera menegur pihak Kelurahan dan kontraktor terkait agar masalah ini segera tuntas.
(Endy)







