![]() |
| Permainan tradisional egrang |
Bekasi, kritikbekasi.com – Permainan tradisional egrang kini semakin jarang ditemui, terutama di kalangan anak-anak perkotaan. Permainan yang dahulu populer sebagai hiburan rakyat ini perlahan tergeser oleh perkembangan teknologi dan maraknya permainan digital.(17/12/2025)
Egrang merupakan permainan tradisional yang terbuat dari dua batang bambu atau kayu dengan pijakan kaki di bagian tengah. Pemain dituntut menjaga keseimbangan tubuh saat berjalan atau berlomba menggunakan alat tersebut. Selain menghibur, egrang juga memiliki nilai edukatif karena melatih ketangkasan, keseimbangan, serta keberanian.
Namun, seiring perkembangan zaman, keberadaan egrang mulai dilupakan. Minimnya ruang terbuka, berkurangnya interaksi sosial di lingkungan masyarakat, serta kurangnya pengenalan budaya tradisional di sekolah menjadi beberapa faktor utama penyebab menurunnya minat terhadap permainan ini.
“Anak-anak sekarang lebih tertarik bermain gawai dibandingkan permainan tradisional. Padahal, egrang mengajarkan banyak nilai positif,” ujar salah seorang pemerhati budaya lokal.
Sejumlah pihak menilai, pelestarian permainan tradisional seperti egrang perlu mendapat perhatian lebih. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, lomba permainan rakyat, hingga festival budaya daerah. Dengan demikian, generasi muda dapat kembali mengenal dan mencintai warisan budaya bangsa.
Egrang bukan sekadar permainan, melainkan bagian dari identitas budaya Indonesia. Tanpa upaya pelestarian yang serius, bukan tidak mungkin permainan ini hanya akan tersisa dalam catatan sejarah
(Red/endy)
.jpeg)





