-->

Notification

×

Heikal Safar dan Partai Ummat Gelar Diskusi Bulanan 1 dan Temu Media Peringati Maulid Nabi

Selasa, 25 Agustus 2026 | Agustus 25, 2026 WIB Last Updated 2026-08-25T12:30:53Z

 



BEKASI — Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Ummat, Heikal Safar, menggelar Diskusi Bulanan I dan Temu Media dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25/8/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.30 WIB tersebut digelar di Gedung Heikal Safar & Partners, Grand Kota Bintang, Jalan Raya Kalimalang KH Noer Ali, Kota Bekasi, Jawa Barat.


Mengangkat tema “Mengawal Putusan Mahkamah Konstitusi soal Pencalonan Presiden & Keteladanan Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW,” forum ini menjadi ruang pertemuan antara gagasan hukum dan ketatanegaraan dengan nilai-nilai moral serta keteladanan kepemimpinan Rasulullah SAW.


Heikal Safar mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial keagamaan. Menurutnya, momentum tersebut juga dapat menjadi kesempatan untuk menggali kembali nilai-nilai kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dan mengimplementasikannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


«“Kita ingin memastikan setiap langkah ketatanegaraan, termasuk soal pencalonan Presiden, berjalan sesuai aturan hukum dan prinsip keadilan. Di saat yang sama, kita membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami undang-undang, tetapi juga memiliki akhlak mulia sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW,” ujar Heikal Safar.»


Bahas Demokrasi, Hukum dan Keteladanan Rasulullah


Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan, khususnya bidang hukum, politik, dan keislaman.


Mereka di antaranya Ustaz Farid Okbah, MA; Dr. Anung Alhamad, Lc., MA.; Dr. Theo Yusuf, SH., MH.; serta Dr. (C) Thorik Thalib, SH., MH.


Kehadiran para narasumber diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta dalam melihat persoalan ketatanegaraan, khususnya terkait putusan Mahkamah Konstitusi mengenai pencalonan Presiden.


Di sisi lain, forum juga mengajak peserta untuk melihat persoalan kepemimpinan dari perspektif keteladanan Nabi Muhammad SAW, terutama mengenai keadilan, integritas, amanah, keberanian, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.


Menurut Heikal, demokrasi yang sehat tidak cukup hanya ditopang oleh perangkat hukum dan aturan konstitusi. Kehidupan bernegara juga membutuhkan pemimpin yang memiliki integritas dan mampu menjadikan nilai moral sebagai landasan dalam mengambil keputusan.


“Demokrasi membutuhkan hukum yang kuat, tetapi hukum juga harus dijalankan oleh manusia yang memiliki integritas, keadilan dan tanggung jawab. Di sinilah keteladanan Rasulullah SAW menjadi sangat relevan untuk kita renungkan,” katanya.


Perkuat Silaturahmi dengan Media dan Masyarakat


Selain menjadi forum diskusi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara Partai Ummat, masyarakat, tokoh agama, akademisi, serta insan media.


Heikal Safar menilai media memiliki peran penting dalam membangun ruang publik yang sehat melalui penyampaian informasi yang kritis, berimbang, dan bertanggung jawab.


Melalui Diskusi Bulanan I dan Temu Media ini, Partai Ummat berharap dapat terus membuka ruang dialog serta pertukaran gagasan mengenai berbagai persoalan strategis yang berkaitan dengan masa depan demokrasi dan kehidupan berbangsa.


Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi refleksi bersama untuk menghadirkan kepemimpinan yang adil, amanah, berintegritas, dan berakhlak mulia.


Pada akhirnya, forum tersebut menjadi ajakan untuk menjadikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam membangun Indonesia yang demokratis, berkeadilan, berkeadaban, serta penuh keberkahan.


(Red/Endy)

×
Berita Terbaru Update