-->

Notification

×

Tasyakuran Khitanan Bernuansa Adat Betawi, Tradisi Leluhur yang Patut Dilestarikan

Sabtu, 27 Juni 2026 | Juni 27, 2026 WIB Last Updated 2026-06-27T14:07:32Z

 

acara tasyakuran khitanan yang digelar di kediaman keluarga Bapak Bonar dan Ibu Indri Astuti


Bekasi – kritikbekasi.com – Suasana penuh kehangatan dan nuansa budaya Betawi mewarnai acara tasyakuran khitanan yang digelar di kediaman keluarga Bapak Bonar dan Ibu Indri Astuti, di Jalan Kemang Sari I, Jalan Haji Wahab I, RT 07/RW 03, No. 59B, Bekasi, Sabtu (27/6/2026).

Acara tersebut diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur atas khitanan putra mereka, Iqbal Fatahillah, sekaligus menjadi momentum untuk melestarikan tradisi adat Betawi yang sarat akan makna, nilai budaya, dan ajaran luhur.

Menjelang puncak acara tasyakuran, keluarga menggelar prosesi Ngarak Nganten Sunat, sebuah tradisi khas Betawi yang hingga kini masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat. Dalam tradisi ini, anak yang telah dikhitan diarak layaknya seorang pengantin dengan iringan musik tradisional, doa, serta kebersamaan warga dan keluarga.

Bagi masyarakat Betawi, prosesi Ngarak Nganten Sunat bukan sekadar arak-arakan atau hiburan semata. Tradisi ini merupakan simbol rasa syukur kepada Allah SWT atas kelancaran proses khitan, sekaligus bentuk penghormatan kepada sang anak yang memasuki fase baru dalam kehidupannya sebagai seorang muslim.

Dalam filosofi adat Betawi, khitan menjadi penanda bahwa seorang anak mulai memasuki gerbang kedewasaan. Oleh karena itu, prosesi arak-arakan menjadi doa bersama agar anak kelak tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berakhlak mulia, bertanggung jawab, berbakti kepada kedua orang tua, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Nuansa Betawi semakin terasa melalui dekorasi, busana adat, iringan musik tradisional, serta semangat gotong royong warga yang turut menyukseskan acara. Kebersamaan tersebut mencerminkan kuatnya nilai kekeluargaan yang sejak dahulu menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Betawi.



Di tengah pesatnya perkembangan zaman, tradisi seperti Ngarak Nganten Sunat menjadi warisan budaya yang penting untuk terus dijaga. Selain mempererat tali silaturahmi antarwarga, tradisi ini juga menjadi media edukasi bagi generasi muda agar mengenal dan mencintai budaya leluhurnya.

Melalui tasyakuran khitanan yang dikemas dengan nuansa adat Betawi, keluarga besar Bapak Bonar dan Ibu Indri Astuti berharap tradisi ini tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang penuh makna dan nilai-nilai luhur.

(Red/Endy)

×
Berita Terbaru Update