![]() |
| Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LAKI, Burhanudin, SH, MH, |
Bekasi – Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan program strategis nasional tersebut berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LAKI, Burhanudin, SH, MH, menilai evaluasi tidak hanya perlu dilakukan di tingkat pusat, tetapi juga hingga ke daerah sebagai pelaksana langsung program. Menurutnya, berbagai dinamika yang muncul selama pelaksanaan MBG harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
"Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, pelaksanaannya harus terus dievaluasi agar berjalan sesuai tujuan dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan," ujar Burhanudin.
LAKI juga menyoroti pentingnya penguatan sistem pengawasan guna mencegah potensi penyimpangan dalam penggunaan anggaran maupun distribusi program. Pengawasan yang ketat dinilai menjadi kunci dalam menjaga integritas dan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.
Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas, LAKI menyatakan siap ikut mengawal proses pengawasan pelaksanaan MBG hingga ke tingkat daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya tata kelola yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menurut Burhanudin, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pengawas, aparat penegak hukum, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi para penerima program.
"Pengawasan yang melibatkan seluruh elemen bangsa akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan program berjalan sesuai aturan dan sasaran yang telah ditetapkan," tegasnya.
Dengan evaluasi yang berkelanjutan dan pengawasan yang kuat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat mencapai tujuan utamanya, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.
(Endy)
(Sumber : LAKI/Darul)
.jpeg)






