![]() |
| Gambar ilustrasi |
kritikbekasi.com - Film Pesta Babi merupakan kritik tajam terhadap pembangunan yang kerap dibungkus dengan istilah “kemajuan”, namun dalam praktiknya justru mengorbankan masyarakat adat Papua.
Dalam budaya Papua, babi bukan sekadar hewan ternak, melainkan simbol kehormatan, persaudaraan, dan kekayaan adat. Sementara kata “pesta” menyindir para elite, pengusaha, dan pemegang kekuasaan yang menikmati keuntungan besar dari eksploitasi tanah dan sumber daya alam.
Di balik pesta tersebut, masyarakat adat harus menanggung harga yang mahal: kehilangan tanah ulayat, hutan sebagai sumber kehidupan, identitas budaya, hingga masa depan generasi mereka.
Film ini menyoroti dugaan perampasan tanah adat, kerusakan lingkungan, ketimpangan kekuasaan, serta pembungkaman suara masyarakat lokal. Pesannya tegas: pembangunan tanpa keadilan hanyalah bentuk kolonialisme baru.
Ketika segelintir orang berpesta atas nama pembangunan, pemilik tanah justru menjadi korban di tanah leluhurnya sendiri.
(Sinopsis Film )







