KOTA BEKASI — Ketua ASKINDO sekaligus Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat periode 2021–2026, Jawadul Akbar menegaskan pentingnya transformasi peran KADIN Kota Bekasi dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, Bekasi sebagai kota penyangga Jakarta dan salah satu pusat industri nasional memiliki posisi strategis dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, KADIN Kota Bekasi dinilai harus mampu beradaptasi dan naik kelas dalam menjalankan fungsi organisasi.
“Kota Bekasi itu kota penyangga Jakarta dan jantung industri. Kalau Indonesia ingin mencapai Indonesia Emas 2045, maka Bekasi harus lebih dulu menjadi kota emas dalam sektor ekonomi dan kewirausahaan,” ujar Jawadul Akbar, Kamis (7/5/2026).
Ia menilai tantangan besar yang dihadapi dunia usaha saat ini bukan hanya persoalan perizinan dan investasi, tetapi juga bagaimana menciptakan iklim usaha yang sehat, terbuka, dan berpihak kepada pelaku usaha lokal, khususnya UMKM.
Menurutnya, KADIN tidak boleh hanya dipandang sebagai organisasi administratif yang sebatas mengurus keanggotaan atau akses birokrasi. Sebaliknya, organisasi tersebut harus menjadi motor penggerak lahirnya pengusaha baru sekaligus jembatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam pernyataannya, Jawadul Akbar juga mendorong adanya transparansi laporan keuangan dan program organisasi agar dapat diketahui publik sebagai bentuk akuntabilitas.
Selain itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama melawan praktik usaha tidak sehat, termasuk dugaan kartel maupun pola tender yang tidak memberikan ruang kompetitif bagi pelaku usaha lokal.
“KADIN Kota Bekasi harus berubah dari organisasi yang reaktif menjadi organisasi yang proaktif dalam menciptakan iklim usaha. Dari sekadar menjaga pengusaha lama menjadi organisasi yang mampu melahirkan pengusaha baru,” tegasnya.
Ia berharap akses terhadap proyek dan program pemerintah daerah dapat lebih terbuka bagi pelaku UMKM lokal, sehingga pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan secara lebih merata.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari dorongan agar organisasi dunia usaha di Kota Bekasi mampu mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ekonomi daerah sekaligus mendukung visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.





