-->

Notification

×

Visi Berdikari: Dewan Harian Partai Ummat Tegaskan Dukungan Terhadap Transformasi Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | Oktober 31, 2026 WIB Last Updated 2026-10-31T03:46:34Z




 JAKARTA – Dewan Harian Partai Ummat  Heikal Safar,  menekankan pentingnya akselerasi swasembada pangan hingga Indonesia mampu kembali menjadi eksportir pangan ke mancanegara. (31/10/2026)


Partai Ummat menilai bahwa gagasan tersebut bukan sekadar ambisi ekonomi, melainkan manifestasi dari kedaulatan bangsa yang sesungguhnya. Dalam keterangannya, Dewan Harian Partai Ummat menyatakan bahwa ketergantungan terhadap impor pangan harus segera diakhiri melalui kebijakan yang berpihak pada para petani lokal dan modernisasi infrastruktur pertanian.


"Pandangan Saudara Heikal Safar mengenai swasembada pangan selaras dengan garis perjuangan Partai Ummat dalam mewujudkan keadilan dan kemandirian bangsa. Sudah saatnya Indonesia tidak hanya 'bertahan' di tengah krisis pangan global, tetapi tampil sebagai pemberi solusi bagi kebutuhan pangan dunia," tulis pernyataan resmi Dewan Harian.


Ada tiga poin utama yang ditekankan Partai Ummat dalam mendukung visi tersebut:


1.  **Kedaulatan Petani:** Memberikan akses seluas-luasnya bagi petani terhadap teknologi, pupuk, dan pembiayaan tanpa jeratan birokrasi yang rumit.

2.  **Hilirisasi Pertanian:** Mendorong pengolahan produk mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi sebelum diekspor ke luar negeri, guna memperkuat neraca perdagangan.

3.  **Reformasi Agraria yang Berkeadilan:** Memastikan lahan-lahan produktif dikelola secara optimal untuk kepentingan rakyat, bukan segelintir korporasi.


Dukungan Heikal Safar terhadap visi "Impor Lagi ke Negara Lain" (dalam konteks ekspor pangan) dipandang sebagai pelecut semangat bagi pemerintah dan seluruh elemen bangsa untuk berbenah. Partai Ummat meyakini bahwa dengan kekayaan alam yang melimpah dan manajemen yang jujur serta profesional, Indonesia mampu mengulang sejarah keemasan sebagai lumbung pangan internasional.


"Kami berdiri bersama setiap putra bangsa yang memiliki keberanian untuk memutus rantai ketergantungan impor. Kedaulatan pangan adalah harga mati bagi martabat Indonesia di mata dunia," pungkas pernyataan tersebut.


Endy


×
Berita Terbaru Update