Bekasi - Penerapan pola makan sehat secara konsisten terbukti mampu menekan risiko berbagai penyakit serius yang saat ini menjadi penyebab utama kematian, seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, hingga kanker. Hal tersebut disampaikan tenaga kesehatan berdasarkan meningkatnya kasus penyakit tidak menular yang dipicu oleh pola konsumsi tidak sehat. Bekasi, 15 Januari 2026
Pola makan sehat yang dianjurkan meliputi konsumsi gizi seimbang sesuai konsep Isi Piringku, yakni 50 persen sayur dan buah, 25 persen karbohidrat, serta 25 persen protein. Sayuran hijau, buah segar, ikan, telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh menjadi sumber nutrisi utama yang berperan menjaga fungsi organ tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Sebaliknya, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh seperti minuman manis kemasan, gorengan, serta makanan cepat saji dinilai berkontribusi besar terhadap meningkatnya kasus obesitas dan gangguan metabolik. Kondisi tersebut menjadi faktor awal munculnya penyakit kronis yang bersifat jangka panjang dan membutuhkan biaya pengobatan tinggi.
Selain pemilihan jenis makanan, pengaturan pola dan waktu makan juga menjadi faktor penting. Sarapan sehat di pagi hari membantu mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan konsentrasi, sementara makan malam dianjurkan tidak berlebihan dan tidak terlalu larut.
Tenaga medis juga mengingatkan pentingnya mencukupi kebutuhan air putih minimal dua liter per hari serta mengimbangi pola makan sehat dengan aktivitas fisik rutin, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan minimal 30 menit setiap hari.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat, diharapkan angka penyakit serius dapat ditekan secara signifikan. Pola makan sehat tidak hanya berdampak pada pencegahan penyakit, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat secara berkelanjutan.
(Red/luken)
.jpeg)





