Bekasi — Intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah Bekasi sejak Kamis (22/1/2026) hingga Jumat (23/1/2026) menyebabkan banjir di sejumlah titik. Genangan air tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga meluas hingga ke badan jalan raya, salah satunya terjadi di Jalan Jatimekar Raya, tepatnya di dekat Komplek Graha Indah.
Pantauan di lokasi menunjukkan, air menggenangi ruas jalan dengan ketinggian bervariasi, sehingga mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas. Sejumlah pengendara terpaksa melambatkan laju kendaraan, bahkan beberapa sepeda motor memilih berputar arah untuk menghindari genangan yang cukup dalam.
Sejumlah warga menilai, banjir yang terjadi tidak semata-mata disebabkan oleh tingginya curah hujan, melainkan juga dipengaruhi oleh kondisi drainase yang belum berfungsi optimal akibat adanya galian di sekitar lokasi.
“Kalau hujan deras memang biasa, tapi banjir seperti ini baru sering terjadi setelah ada galian drainase. Air jadi tidak mengalir lancar,” ujar Andi (45), warga sekitar Jatimekar, Jumat (23/1/2026).
Warga lainnya, Siti (38), mengungkapkan bahwa material hasil galian yang belum dirapikan turut memperparah kondisi. Tumpukan tanah dan sisa material proyek diduga menyumbat aliran air, sehingga hujan yang turun deras langsung meluap ke jalan dan lingkungan sekitar.
“Salurannya seperti tertutup, tanah galian juga masih berserakan. Jadi air hujan tidak punya jalur keluar,” katanya.
Masyarakat berharap pihak terkait, baik kontraktor pelaksana maupun pemerintah daerah, segera melakukan pembenahan drainase, membersihkan material sisa galian, serta memastikan saluran air dapat berfungsi normal. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah banjir berulang, terutama saat curah hujan tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih terlihat di beberapa titik, sementara warga tetap waspada mengingat hujan masih berpotensi turun dalam beberapa waktu ke depan.
(Red/Endy)






