![]() |
| dipercaya sebagai Ketua Harian DPP Partai Ummat periode 2025–2030, Heikal menunjukkan perjalanan politik yang terus berkembang seiring perubahan peta politik nasional. |
JAKARTA — Perjalanan politik Heikal Safar menjadi salah satu dinamika menarik dalam perpolitikan nasional. Dari membangun kendaraan politik bersama Partai Priboemi, kemudian bergabung dengan Partai NasDem, hingga kini dipercaya sebagai Ketua Harian DPP Partai Ummat periode 2025–2030, Heikal menunjukkan perjalanan politik yang terus berkembang seiring perubahan peta politik nasional.
Berawal dari Partai Priboemi
Nama Heikal Safar mulai dikenal dalam struktur politik nasional ketika ia dipercaya menduduki posisi strategis di Partai Priboemi. Pada fase tersebut, Heikal berperan sebagai salah satu pengurus penting dan menjalankan aktivitas konsolidasi organisasi serta membangun jaringan politik.
Pengalaman di Partai Priboemi menjadi salah satu fondasi perjalanan politik Heikal. Di sinilah ia memperoleh pengalaman dalam membangun organisasi politik, berkomunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat, sekaligus memahami dinamika internal partai.
Memilih Bergabung dengan NasDem
Memasuki tahun 2022, Heikal mengambil langkah politik baru dengan bergabung ke Partai NasDem. Perpindahan tersebut terjadi menjelang Pemilu 2024 dan menjadi bagian penting dalam perjalanan politiknya.
Bergabung dengan NasDem memperluas ruang gerak politik Heikal. Ia berada di dalam partai nasional yang memiliki jaringan politik cukup luas di berbagai daerah.
Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa perjalanan politik Heikal tidak berhenti pada satu kendaraan politik. Ia terus membangun komunikasi, jaringan dan pengalaman politik di tengah dinamika menuju Pemilu 2024.
Dari NasDem Menuju Partai Ummat
Setelah melalui fase bersama NasDem, Heikal kemudian memilih jalur politik baru dan bergabung dengan Partai Ummat.
Perpindahan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan politiknya. Pada struktur DPP Partai Ummat periode 2025–2030, Heikal dipercaya menduduki posisi Ketua Harian, mendampingi Ketua Umum Ridho Rahmadi dan Sekretaris Jenderal Taufik Hidayat.
RRI melaporkan bahwa penunjukan Heikal sebagai Ketua Harian merupakan bagian dari penyusunan struktur baru Partai Ummat untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempersiapkan partai menghadapi Pemilu 2029.
Sekjen Partai Ummat Taufik Hidayat juga menyebut pengalaman Heikal di bidang organisasi, sosial dan politik serta jejaringnya di berbagai daerah sebagai modal untuk memperkuat konsolidasi dan memperluas basis dukungan partai.
Memasuki Babak Baru Menuju Pemilu 2029
Setelah dipercaya menjadi Ketua Harian, Heikal mulai aktif menjalankan agenda politik dan konsolidasi.
Salah satu langkahnya adalah melakukan safari politik dengan menemui Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Harian DPP Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada 19 Juli 2026.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Partai Ummat membangun komunikasi politik sekaligus memanaskan mesin partai menuju Pemilu 2029.
Dalam pertemuan itu, Heikal menyampaikan bahwa Partai Ummat mendukung program pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya agar pengelolaan sumber daya alam memberikan manfaat yang lebih besar bagi rakyat.
Selain persoalan program pemerintah, komunikasi politik tersebut juga membahas arah perubahan Undang-Undang Pemilu dan kepentingan partai politik dalam sistem pemilu mendatang.
Bukan Sekadar Pindah Partai
Jika melihat perjalanan tersebut, perpindahan Heikal Safar dari Partai Priboemi ke NasDem dan kemudian ke Partai Ummat tidak dapat dilepaskan dari dinamika politik nasional.
Setiap fase memberikan pengalaman berbeda. Partai Priboemi menjadi ruang bagi Heikal dalam membangun dan mengelola organisasi politik. NasDem memberikan pengalaman dalam lingkungan partai nasional dengan jaringan politik yang lebih luas. Sementara Partai Ummat kini memberinya posisi strategis dalam mengelola konsolidasi organisasi menuju Pemilu 2029.
Dengan posisi sebagai Ketua Harian DPP, tantangan Heikal tidak ringan. Ia harus membantu memperkuat struktur organisasi, memperluas jaringan, membangun komunikasi dengan berbagai kelompok politik dan masyarakat, serta ikut memastikan Partai Ummat mampu melewati tahapan verifikasi dan persiapan Pemilu 2029.
Menatap Panggung Politik 2029
Kini perjalanan Heikal Safar memasuki fase yang berbeda. Ia tidak lagi sekadar menjadi bagian dari struktur partai, tetapi berada di posisi yang menuntut kemampuan konsolidasi dan komunikasi politik secara nasional.
Safari politik yang mulai dilakukan bersama jajaran DPP Partai Ummat menunjukkan bahwa partai tersebut mulai membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjelang Pemilu 2029.
Perjalanan dari Partai Priboemi → Partai NasDem → Partai Ummat pada akhirnya menjadi catatan tersendiri dalam kiprah politik Heikal Safar.
Apakah Partai Ummat mampu menjadi kendaraan politik yang lebih besar bagi Heikal dan para kadernya pada Pemilu 2029, tentu masih menjadi bagian dari perjalanan politik yang akan terus berkembang.
Yang jelas, dengan kepercayaan sebagai Ketua Harian DPP Partai Ummat periode 2025–2030, Heikal Safar kini berada di salah satu posisi penting dalam menentukan arah konsolidasi politik Partai Ummat menuju pertarungan politik nasional berikutnya.
KritikBekasi.com — Menyuarakan Kebenaran
(Red/endy)







